ABOUT AUTHOR

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Juni 2020

INTEGRAL LIPAT DUA


A.    Pendahuluan
Konsep integral tentu untuk fungsi dengan satu peubah dapat diperluas dengan menjadi fungsi dengan banyak peubah. Integral fungsi satu peubah selanjutnya akan dinamakan integral lipat satu. Integral lipat satu merupakan materi pendukung untuk pembahasan dalam materi integral lipat dua.
Pada materi integral lipat satu, fungsi yang dipakai dibatasi, yaitu fungsi tersebut dibatasi pada R1, untuk integral lipat dua dari fungsi dengan  dua peubah pembatasannya adalah bahwa fungsi dua peubah tersebut terdefenisi pada suatu daera tertutup di R2.

B.     Integral Lipat Dua
Untuk integral lipat dua dari fungsi dengan dua peubah pembatasannya adalah bahwa fungsi dua peubah tersebut terdefenisi pada suatu daerah tertutup di R2. Yang dimaksud daerah tertutup disini adalah daerah beserta dengan batas-batasnya. Apabila dikatakan daerah, maka yang dimaksud adalah daerah tertutup.
Pengertian integral lipat dua dapat ditulis dalam bentuk sebagai berikut:

            

             Dimana: D = { (x,y) : a  b , c  b }
                            dA = { dx,dy  ,  dy,dx }

Secara umum bentuk persamaan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
Maksudnya pengintegralan pertama dilakukan terhadap x dengan memandang  f(x,y) sebagai fungsi dari x sedangkan y dianggap konstan atau tetap, sedangkan batas integral yaitu a ke b, kemudian hasil integral pertama diintegralkan terhadap y dengan batas integral yaitu c ke d.

Maka pengintegralan pertama dilakukan terhadap y dengan memandang  f(x,y) sebagai fungsi dari y sedangkan  x dianggap konstan batas dari c ke d, kemudian hasilnya diintegralkan terhadap x dengan batas a ke b.[1]

Contoh soal: 






DAFTAR PUSTAKA


Muhammad Ammar. “Solusi Penyelesaian Integral Lipat Dua dengan Menggunakan Romberg”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 2013.
Resmawan. “Kalkulus Lanjut Integral Lipat”. Diktat. Universitas Negeri Gorontalo. 2018.
Prayudi. Kalkulus Lanjut. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2009.




[1]Muhammad Ammar, “Solusi Penyelesaian Integral Lipat Dua dengan Menggunakan Romberg” (Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2013), Hal. 11.
[2] Resmawan, “Kalkulus Lanjut Integral Lipat” (Diktat, Universitas Negeri Gorontalo, 2018), Hal. 21.
[3] Prayudi, Kalkulus Lanjut (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), 180-181.

Selasa, 14 April 2020

GRUP SIKLIK


     A. Pengertian Grup Siklik
Grup siklik adalah suatu sistem matematika yang merupakan suatu himpunan tak hampa yang dipenuhi oleh suatu operasi dan memenuhi sifat assosiatif, sifat identitas dan sifat invers dan mempunyai unsur-unsur pembangun (generator) dari unsur-unsur grup itu sendiri. Dengan kata lain,  suatu grup belum tentu merupakan grup siklik tetapi grup siklik sudah pasti merupakan grup.

Defenisi 1: grup siklik (terhadap penjumlahan)
Grup (G,+) disebut siklik, jika ada elemen a ϵ G sedemikian sehingga G={an|n ϵ Z} maka elemen a disebut pembangun dari grup siklik tersebut.

Defenisi 2: grup siklik (terhadap perkalian)
Grup (G,*) disebut siklik jika ada elemen a ϵ G sedemikian sehingga G={an|n ϵ Z} maka elemen a disebut pembangun dari grup siklik tersebut.[1]

            Sehingga dari kedua defenisi tersebut, secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:
Misalkan (G,*) adalah suatu grup dan a ϵ G, maka generator a yang membangun suatu subgrup [a] dinamakan subgrup siklik dari (G,*).[2]

Contoh soal yang merupakan grup siklik:
1.      Diketahui S={-1,1} dengan operasi perkalian, selidikilah apakah (S,*) adalah grup siklik? Jika ya, tentukan generator-generatornya!
Penyelesaian:
Menunjukkan tabel cayley dari S:
X
-1
1
-1
1
-1
1
-1
1
Dengan melihat tabel diatas:
a.       Sifat tertutup terpenuhi
b.      Sifat assosiatif
Misalkan: a = 1,   b = 1,   c = -1
(a*b) *c   =   a* (b*c)
(1x1) x-1 = 1x (1x-1)
      1x-1   =  1x -1
            -1 = -1
c.       Sifat identitas
a*e = e*a = a  dimana e=1
a*e = a      maka:  -1x1 = -1
       1x1 = 1
d.      invers
a*a-1 = a-1*a = e
a*a-1 = e     Maka: -1 -1
       1 1
Dengan demikian (S,x) merupakan grup.[3]
·         Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator:
Unsur: -1                                             Unsur: 1
-11= -1                                                 11= 1
-12= -1 x -1 = 1                                    12= 1 x 1 = 1
-13= -1 x -1 x -1= -1                            <1> S
<-1>=S
Dengan demikian (S,x) merupakan grup siklik dengan generator <-1>

2.      Tunjukkan bahwa H={0,2,4} merupakan subgrup dari penjumlahan modulo 6, dan selidikilah apakah (H,+6) merupakan grup siklik? Jika ya tentukan generator-generatornya!
Pembahasan:
H={0,2,4}
Dengan operasi +6
Menunjukkan tabel cayley dari H:
+6
0
2
4
0
0
2
4
2
2
4
0
4
4
0
2
Dengan melihat tabel diatas:
a.       Sifat tertutup terpenuhi
b.      Sifat assosiatif
Misalkan: a = 0,   b = 2,   c = 4
(a*b) *c   =   a* (b*c)
(0+2) +4 = 0+ (2+4)
        2+4  =  0+0
             0 = 0

c.       Sifat identitas
a*e = e*a = a  dimana e=0
a*e = a      maka:  0+0  = 0
       2+0 = 2
       4+0 = 4
d.      invers
a*a-1 = a-1*a = e
a*a-1 = e     Maka:  0 0
       2 4
       4 2
Dengan demikian (H,+6) merupakan subgrup dari (G,+6).
·         Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator:
Unsur: 0                                  Unsur: 2                      Unsur: 4
01= 0                                        21= 2                            41= 4
02= 0+0 = 0                             22= 2+2=4                   42= 4+4=2
<0> H                                    23=2+2+2=0                43= 4+4+4=0
                                                            24=2+2+2+2=2            44=4+4+4+4=4
                                                            <2>=H                                    <4>=H
Dengan demikian (H,+6) merupakan grup siklik dengan
generator <2> dan <4>

3.      Diketahui himpunan A={a,b,c,d} dimana:
a:    b:   c:    d:
tunjukkan bahwa A dengan operasi perkalian matriks merupakan grup, dan selidikilah apakan (A,x) merupakan grup siklik dan jika ya tentukan generator-generatornya!
Pembahasan:
A={a,b,c,d}
Dengan operasi perkalian matriks
a:    b:   c:    d:
Menunjukkan tabel cayley dari A:
X
a
b
c
d
a
c
B
a
b
b
d
a
b
c
c
a
b
c
d
d
b
c
d
a
Dengan melihat tabel diatas:
a.       Sifat tertutup terpenuhi
b.      Sifat assosiatif
Misalkan: a = c,   b = d,   c = a
 (a*b) *c   =   a* (b*c)
(c x d) x a =  c x (d x a)
        d x a  =  c x b
               b = b
c.       Sifat identitas
a*e = e*a = a  dimana e = c
a*e = a      maka:  a x c  = a
       b x c = b
       c x c = c
       d x c = d
d.      invers
a*a-1 = a-1*a = e
a*a-1 = e     Maka:  a  a
       b  d
       c  c
       d  b
Dengan demikian (A,x) merupakan grup.




·         Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator:
Unsur: a                                               Unsur: c                      
a1= a                                                    c1= 2                           
a2= a x a = c                                         c2= c x c =c    
a3= a x a x a = a                                   <b> A
<a> A           
Unsur: b                                               Unsur: d
b1= b                                                    d1= d                          
b2= b x b = a                                        d2= d x d = a  
b3= b x b x b = d                                 d3= d x d x d = b
b4= b x b x b x b = c                            d4= d x d x d x d = c
b5= b x b x b x b x b = b                      d5= d x d x d x d x d = d
<b> A                                                <d> A
Dengan demikian (A,x) merupakan grup siklik dengan
generator <b> dan <d>

Contoh soal yang bukan merupakan grup siklik:
1.      Tunjukkan bahwa himpunan B={5,15,25,35} adalah sebuah grup dibawah perkalian modulo 40, dan selidikilah apakah (B,x) adalah grup siklik? Jika ya tentukan generatornya!
Pembahasan:
Menunjukkan tabel cayley dari B:
X40
5
15
25
35
5
25
35
5
15
15
35
25
15
5
25
5
15
25
35
35
15
5
35
25

Dengan melihat tabel diatas:
a.       Sifat tertutup terpenuhi

b.      Sifat assosiatif
Misalkan: a = 5,   b = 15,   c = 25
   (a*b) *c   =   a* (b*c)
(5x15) x 25 = 5 x (15x25)
      35 x 25  =  5 x 15
             35   =   35
c.       Sifat identitas
a*e = e*a = a  dimana e = 25
a*e = a      maka:   5x25  = 5
       15x25 = 15
       25x25 = 25
        35x25 = 35
d.      invers
a*a-1 = a-1*a = e
a*a-1 = e     Maka:    5 5
       15 15
       25 25
       35 35
Dengan demikian (B,x) merupakan grup.
·         Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator:
Unsur: 5                                   Unsur: 15
51=5                                         151=15
52=5x5=25                               152=15x15=25
53=5x5x5=5                             153=15x15x15=15
<5> B                                                <15> B
Unsur: 25                                 Unsur: 35
251=25                                     351=35
252=25x25=25                         352=35x35=25
253=25x25x25=25                   353=35x35x35=35
<25> B                                  <35> B
Dengan demikian (B,x) bukan merupakan grup siklik dan tidak mempunyai generator.

2.      Selidikilah apakah U8 dengan operasi perkalian modulo 8 merupakan grup siklik, jika ya tentukan generatornya![4]
Pembahasan:
U8 = {1,3,5,7}
Menunjukkan tabel cayley dari B:
U8
1
3
5
7
1
1
3
5
7
3
3
1
7
5
5
5
7
1
3
7
7
5
3
1
      Dengan melihat tabel diatas:
a.       Sifat tertutup terpenuhi
b.      Sifat assosiatif
Misalkan: a = 1,   b = 3,   c = 7
   (a*b) *c   =   a* (b*c)
    (1x3) x 7 = 1 x (3x7)
          3 x 7  =  1 x 5
               5   =   5
c.       Sifat identitas
a*e = e*a = a  dimana e = 1
a*e = a      maka:   1x1  = 1
       3x1 = 3
       5x1 = 5
       7x1 = 7

d.      invers
a*a-1 = a-1*a = e
a*a-1 = e     Maka:  1 1
       3 3
       5 5
       7 7
Dengan demikian (U8,*) merupakan grup.
·         Kita selidiki unsur-unsur yang merupakan generator:
Unsur: 1                                   Unsur: 3
11=1                                         31=3
12=1x1=1                                 32=3x3=1
13=1x1x1=1                             33=3x3x3=3
<1> U8                                   <3>  U8
Unsur: 5                                   Unsur: 7
51=5                                         71=7
52=5x5=1                                 72=7x7=1
53=5x5x5=5                             73=7x7x7=7
<5>  U8                                  <7>  U8
Dengan demikian (U8,*) bukan merupakan grup siklik dan tidak mempunyai generator.










[1]Bagus Ardi Saputro, “Grup Permutasi Siklik dalam Permainan Suit”, Jurnal Ilmiah Program Study  Matematika  STKIP Siliwangi Bandung, Vol. 1, No. 2, September 2012, Hal. 157.
[2]Elfi Fauziah dan Riswal Hanafi, “Menentukan Grup Siklik Hingga dengan Pascal”, Jurnal Informatika Universitas Pamulang, Vol. 2, No. 3, September 2017, Hal. 138-139.
[3]Iswati dan Suryono, “K-Aljabar”, Jurnal Matematika, Vol. 13, No. 1, April 2010, Hal. 22.
[4]Ngarap Im Manik dan Andrew Saputra, “Perancangan Piranti Lunak Pengujian Struktur Aljabar Grup Khusus (Abelian, Siklik dan Homomorfisma”, Jurnal Mat Stat, Vol.11, No. 2, Juli 2011. Hal. 119.